Rabu, 22 Oktober 2014

METAMATERIAL


Apa itu Metamaterial ?

Pengertian metamaterial secara luas adalah sebagai struktur bahan buatan yang effectively homogeneous dengan sifat yang tidak khusus dan tidak tersedia di alam. Struktur effectively homogeneous adalah struktur dimana rata-rata strukturnya lebih kecil dari guided wavelength λg . Metamaterial pada umumnya dikenal dengan left-handed (LH) metamateral. Metatamaterial memiliki beberapa karakteristik yaitu indek bias negatif dan nilai ɛ ,u negatif  . Berikut merupakan pengklasifikasian yang ditunjukkan gambar

Gambar . Klasifikasi material


                Metamaterial dengan permitifitas dan permeabilitas kurang dari nol atau yang disebut “double negative’’(DNG), dimana material tersebut terbentuk tidak secara alami tetapi dikontruksi secara buatan.
Mode Pendekatan dalam perancangan metamaterial yaitu pendekatan resonant dan pendekatan saluran transmisi. Dalam desain bandpass filter ini menggunakan mode pendekatan saluran transmisi yaitu Composite Right-Left Handed Trasmission Line (CRLH-TL).

Composite Right-Left Handed Transmission Line (CRLH-TL)

Pendekatan mode saluran transmisi metamaterial salah satunya adalah Composite Right-Left Handed Transmission Line (CRLH-TL).  Metamaterial adalah strukutur yang effectively homogeneous maka pada dapat dimodelkan oleh satu dimensi (1D) jalur transmisi, dimana arah propagasinya mewakili setiap arah  dalam metamaterial. Rangkaian CRLH-TL dimodelkan dalam satu unit sel sebagai rangkaian seri (CL), induktor seri (LR) dan induktansi shunt (LL) serta kapasitor shunt(CR). CRLH-TL memiliki propagasi positif, negatif, dan nol sesuai dengan karkteristikdari permitivitas efektif dan permeabilitas. Berikut merupakan model rangkaian equivalen dari saluran transmisi CRLH.

Gambar . Rangkaian equivalen CRLH TL. (a) Umum. (b) LRCL= LLCR
  
Tabel . Rangkaian LC PRH, PLH dan CRLH (7)


Unit sel CRLH

Unit sel CRLH merupakan gabungan dari interdgital capasitor dan shorted stub indicator, rangkaian ekuivalen dari Unit sel CRLH ditunjukkan pada gambar . Seperti yang ditunjukkan dalam gambar . short section telah ditambahkan pada akhir dari saluran transmisi.

Gambar . Sel unit dari saluran tansmisi mikrostrip CRLH

Gambar . Rangkaian ekuivalen dari Unit sel CRLH

Interdigital Capasitor

Interdigital capasitor adalah elemen yang menghasilkan kapasitor dengan karakteristik high pass dengan saluran mikrostrip. Bentuk dari konduktor didefiniskan oleh parameter pada gambar dibawah.  Perhatikan bahwa finger menyediakan coupling antara port masukan dan keluaran. Biasanya gap (G) antara finger dan pada ujung dari finger (GE) sama. Panjang (L) dan lebar (W) dari finger. Penggunaan substrate pada konduktor juga mempengaruhi dari performansi dari interdigital capacitor, dimana yang faktor terpenting yaitu tinggi dari substrate dan konstanta dielektrik (ɛ­­r). Sebagai tambahan, tebal dari konduktor dan resistivity (p) juga berdampak pada krakateristik elektrik.

Gambar. Interdigital Capasitor

Karakterisasi dan metode analisis dalam interdigital capacitor anatara lain J-interver equivalent representation, full-wave methods, dan measurement-based models.
Pattenpaul, E.,dkk, dalam jurnalnya yang berjudul “CAD Models of Lumped Elements on GaAs Up to 18 Ghz’ untuk mendpatkan beberapa bagian yang maka interdigital kapasitor dibagi menjadi beberpa bagian yang merupkan basic mikrostrip. Model diatas menunujukkan akurasi yang baik tetapi metode ini masih merupakan metode pendekatan yang mengasumsikan pengelompokan dalam tiap subsection tanpa mengikutsertakan efek interaksii antara tiap  subsection tanpa mengikutsertakan efek interaksi anatara tiap-tiap basic microstrip yang telah dijelaskan. Lumpeed Element EC model untuk menjelaskan karakteristik dari interdigital kapasitor.

Stub

Di gelombang mikro dan teknik radio frekuensi Stub  adalah panjang dari saluran transmsi atau waveguide yang menghubungkan anatara ujung dengan ujung lainnya. Ujung bebas dari stub salah satunya adalah left open circuited. Mengabaikan rugi-rugi dari saluran transmisi maka impedance masukan akan bersifat reaktif. Baik kapasisif maupun induktif bergantung pada panajang dari stub. Stub memungkinan memepertimbangkan ketergantungan frekuensi kapasitor dan  ketergantungan frekuensi induktor

Dikarenakan stub bersifat reaktif di panajang elektrik, stub biasanya diaplikasikan pada UHF atau sirkuit gelombang mikro dimana panajang saluran sanagt berperan. Stub pada umumnya digunakan pada  sirkuit mathcing impedance di antena filer frekuensi selektif 

Selasa, 23 September 2014

Desain dan Analisis Kerja Bandpassfilter pada Ultra Wideband berbasis Metamaterial Sel Unit Composite Right/Left Handed Transmission-Line dengan Notch Band pada frekuensi 5.2 – 5.8 GHz



Wahyu Waskito1, Eko Setijadi2, dan Prasetiyono Hari Mukti3.
Jurusan Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

AbstrakDesain Ultra-wideband (UWB) bandpass filter yang bekerja pada frekuensi 3.1–10.6 GHz dengan filter notchband. Notched-band pada BPF ini memberikan immunity terhadap gangguan/ interferensi sinyal radio lain seperti WLAN IEEE 802.11a yang bekerja pada rentang 5.2-5.8 GHz.Filter yang dirancang berdasarkan struktur CRLH Transmission line (CRLH-TL) sehingga didapat sifat metamaterial. UWB-BPF di  implementasikan pada substrate Roger (er = 2.2) dengan dimensi 35×16 mm.Dalam analisis perhitungan, filter yang dirancang memiliki nilai cut-off pada -3 dB yaitu 3.4259 GHz dan 10.45 GHz untuk lower dan higher cut-off frequency. Implementasi notched-band pada filter dapat meredam sinyal interferensi pada rentang 5.0579-5,7807 GHz dengan center frequency pada 5.5 GHz dan rejection level pada -27 dB.Selanjutnya pada filter fabrikasi dilakukan analisis. Analisis menunjukkan bahwa UWB-BPF yang difabrikasi memiliki nilai cut-off yaitu 4.0246 GHz dan 9.424 GHz untuk lower dan higher cut-off frequency dengan notched-band frequency pada rentang 5.2-5.8 GHz dan notched-band rejection level pada -32dB.

Kata kunciFilter, ultra wideband, composite right left handed, notchband, bandpass filter

I.     PENDAHULUAN


    Ultra Wideband (UWB) adalah teknologi jaringan yang dapat digunakan dalam aplikasi jaringan wireless dengan kecepatan transfer data sangat tinggi yang digolongkan pada Short Range Wireless. Teknologi ini merupakan pilihan lain dari teknologi koneksi berbasis nirkabel seperti Bluetooth dan WIFI. Sebagaimana kita ketahui perkembangan device/gadget yang memerlukan konektivitas nirkabel berkembang sangat pesat seiring dengan perubahan gaya hidup. Tuntutan akan perkembangan teknologi nirkabel tidak hanya pada segi ketersediannya pada suatu  device/gadget tetapi juga harus ditunjang dengan kecepatan dan ketersedian bandwidth yang tinggi atau multiple high bandwidth. Kelebihan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai macam aplikasinya sebagai contohnya adalah streaming video, voip dan video call yang sangat memerlukan multiple high bandwidth.  
  Teknologi yang dapat mengakomodir hal tersebut adalah tekonoligi Ultra WidebandUltra wideband merupakan teknologi yang sangat diminati para peniliti  semenjak dipublikasikan pada tanggal 14 februari 2002 oleh U.S Federal Communication Commission (FCC) yang disetujui termasuk unlicensed frequency  pada rentang 3.1 – 10.6 GHz dan diperuntukkan bagi komunikasi komersial [1].  Teknologi ini mempunyai kecepatan data hinggga 480 Mbps, dengan low EIRP level sebesar (-41.3dBm/MHz) [2], komsumsi daya yang rendah yaitu hanya 100 mW dan dengan bandwidth sebesar 7.5 GHz [3]. Akan tetapi UWB yang bekerja pada frekuensi 3.1 Ghz-10.6 Ghz  terdapat frekuensi teknologi frekuensi lainnya yaitu WLAN 802.11a dengan frekuensi kerja 5 Ghz [4, 5]. Dengan demikian menyebabkan potensi adanya  interfensi pada kedua teknologi. Agar teknologi UWB tidak terggangu/terinterferensi oleh frekuensi radio yang berada pada rentang UWB maka pada perancangan filter perlu ditambahkan notch band atau bandstop filter [3].

Gambar 1. Blok diagram dari low power UWB

Pada perancangan filter UWB, frequency cut off  atas  maupun frequency cut off  bawah  dapat dilakukan dengan pendekatan Composite Right/Left Handed Transmission-Line, sifat metamaterial didapat dari Left handed (LH) [6], yang merupakan struktur metamaterial elektromagnetik buatan yang effictively homogeneus yaitu pada material double negative memiliki µ negatif dan ε negatif. Sifat metamaterial membuat dimensi komponen menurun secara siginifikan dan peningkatan kinerja komponen [7, 8].

II.     STANDAR DAN REGULASI UWB

A.                   Regulasi
Pada tahun 2002 regulasi UWB dipublikasikan oleh FCC US, yang merupakan unlicensed frequency dengan rentang band 3.1 GHz-10. GHz, EIRP -41.3 dBn/MHz dan minimum bandwidth 500 MHz. Pengaplikasian UWB pada negara selain US terdapat perbedaan pada rentang frekuensi tertentu seperti yang ditampilkan pada Gambar 2 [2].
Gambar 2.  Rentang UWB pada wilayah yang berbeda-beda

Rentang UWB pada Gambar 1 menunjukkan bahwa terdapat bagian detect-and-avoid yang merupakan kebijakan dari negara bersangkutan [2].

B.    Standar
Standar dari UWB dapat dilihat pada IEEE 802.15.4a yang telah dipublikasikan pada tahun 2007.  Pada standar tersebut menjelaskan band frekuensi dengan low band rentang 3.1 GHz- 5 Ghz dan upper band rentang 6 GHz-10.6 GHz [2].
IEEE 802.15.3a, standar yang menjekaskan phisical Layer dengan data rate tinggi dengan rentang 110 -480 Mbps dan jarak range kurang dari 10 m.

III.     PERANCANGAN DAN DESAIN UWB DENGAN NOTCHBAND

Perancangan filter UWB dengan notchband menggunakan software CST Microwave Studio 2011, sedangkan karakteristik yang ingin didapat adalah parameter S11, S21, dan distribusi arus.
Pada tahapan berikutnya adalah implementasi simulasi pada material RT/duroid 5880 [9], subtrate atau material tersebut disesuaikan dengan komponen yang terdapat pada simulasi. Penyesuaian meliputi panjang dan lebar  saluran transmisi, port, loading stub, ground stub, luas resonator dan ketebalan substrat. Jenis konektor yang digunakan pada filter adalah feed model SMA connector PCB mount. Dalam perancangan, pada layer substrate menggunakan single layer.

Gambar 3.  Keterangan masing-masing komponen rancangan


A. Parameter Sweep
Optimasi rancangan filter bertujuan untuk mendapatkan rancangan filter terbaik, salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui cara analisis parameter sweep. Berikut merupakan parameter sweep yang digunakan selama kondisi pengukuran dilakukan :
Rectangular Resonator
Pada bagian rectangular resonator, parameter sweep pada panjang bagian luarnya. Pada grafik parameter S21 menunjukkan bahwa perubahan panjang rectangular resonator  yang  semakin pendek menyebabkan  nilai frekuensi cut off atas semakin besar.  Sedangkan pada parameter S11 terjadi kondisi berkebalikan dengan hasil yang ditunjukkan oleh parameter S21. Berdasarkan hasil analisis tersebut, optimasi terbaik yang mendekati spesifikasi teori dengan panjang rectangular resonator 3 mm.
Panjang finger
Parameter sweep terhadap panjang finger mempengaruhi pergeseran band frekuensi dari filter pada parameter S11 dan paramer S21, dimana semakin kecil nilai panjang finger maka band frekuensi akan bergeser kearah frekuensi yang lebih tinggi dan dengan nilai rejection level lebih besar. Hasilnya didapat panjang finger yang mendekati spesifikasi teori adalah 9 mm.
Panjang Ground stub
Pada perlakuan terhadap panjang ground stub, pada parameter S11parameter sweep mempengaruhi kestabilan upper band  pada band UWB dan pada parameter S21 semakin kecil nilai panjang ground stub maka semakin besar nilai rejection level. Hasil terbaik yang mendekati spesifikasi teori adalah pada panjang ground stub  5 mm. Sedangkan parameter sweep terhadap lebar ground stub tidak berdampak pada kinerja filter.
Panjang Loading Stub
Parameter sweep pada paremerter S11 mempengaruhi semakin kecil nilai panjang loading stub maka bandwidth semakin lebar. Berdasarkan nilai parameter S21 menunjukkan terjadinya pengaruh pada notchband dan frekuensi cut  off atas atau pada low pass filter, semakin kecil nilai panjang loading stub maka nilai rejection level dari notchband semakin kecil dan frekuensi cut  off atas bergeser ke frekuensi yang lebih tinggi. Sehingga hail yang mendekati spesifikasi teori adalah dengan panjang loading stub 2.5 mm. Sedangkan parameter sweep terhadap lebar loading stub tidak berdampak pada kinerja filter.

IV.ANALISIS HASIL SIMULASI DAN PENGUKURAN

Setelah rancangan dan pembuataan telah dilakukan pada parameter sweep bandpass filter dengan notchband yang disimulasi menggunakan CST microwave Studio 2011 tercapai, kemudian dilakukan optimalisasi pada rancangan awal berdasar pada tahapan parameter sweep.

A.         Optimasi Rancangan Filter UWB
Tahapan optimasi rancangan filter UWB pada masing-masing bagiannya dilakukan melalui perancangan desain dimensi terbaik yang mendekati teori. Adapun hasil rancangan tersebut disajikan sebagai berikut :

Tabel 1.Ukuran komponen-komponen pada Filter UWB

Komponen
Panjang
(mm)
Lebar
(mm)
Banyak
Luas
(mm2)
Port
6.75
2
2
27
Ground Stub
5
0.25
2
2.5
Finger
9
0.25
6
13.25
Loading Stub
2.5
0.25
1
1.25
Panjang Rectangular Luar ; Dalam
3 ; 1,4
3 ; 1,4
1
1.76

Desain filter UWB dengan notch band ditampikan pada gambar 4.

Gambar 4. Rancangan akhir filter UWB dengan notch band

Pada gambar 4 menunjukkan bahwa filter yang dirancang mempunyai dimensi berturut-turut berupa lebar interdigital capasitor d= 0.25 mm, lebar antar interdigital capasitor do=0.25 mm, panjang interdigital capsitor L1=9 mm, panjang ground stub L2=6 mm, panjang antara interdigital capasitor dengan loading stub L3=2.5 mm, Panjang loading stub L4=2.5 mm, lebar port W=2 mm, panjang port Wo=5 mm, panjang rectangular reonator P=3 mm, dan panjang rectangular resonator dalam Po=1.4 mm
Pada gambar 5 dan gambar 6 menunjukkan sebuah respon frekuensi scattering.
Gambar 5.  Hasil akhir simulasi parameter S11

Pada  gambar 5,  menunjukkan Parameter S11 yang merupakan suatu kondisi return loss yang terjadi selama proses transmisi pada filter. Pada grafik diatas standar performan filter yang baik dinyatakan dalam magnitude  dengan nilai -10 dB, dan terukur pada kondisi frekuensi sebesar 3.7765 GHz dan frekuensi tinggi pada frekuensi 7.9463 GHz. Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa low band terbaca pada rentang  3.7765 sampai 4.2867 GHz, dan upper band berada pada rentang 5.9786 sampai 7.9463 GHz. Sedangkan untuk daerah low passband memberikan nilai sebesar 0.5102 GHz dan pada daerah upper passband sebesar 1.9677 GHz, sehingga keseluruhan daerah passband adalah sebesar 2.4779 GHz.

Gambar 6. Hasil akhir simulasi parameter S21

Grafik pada gambar 6. menunjukkan S-Parameter S21yang mengalami insertion loss pada saat proses transmisi sinyal terjadi pada port 1 dan port 2, respon filter bekerja dengan baik ketika magnitude pada S-Parameter S21 menunjukkan nilai 0 db dengan toleransi pada nilai titik acuan yaitu -3 dB, disebabkan nilai dibawah –3 dB berarti lebih dari setengah sinyal yang dikirim telah terjadi losses. Saat frekuensi cut off pada -3dB, telah terjadi highpass filter pada frekuensi 3.4259 GHz, notchband pada rentang frekuensi 5.0579 GHz-5.7807 GHz, dan lowpass filter pada frekuensi 10,45 GHz. Selain itu, daerah low passband menunjukkan nilai sebesar 1.632 GHz dan daerah upper passband yaitu 4.6693 GHz, sehingga keselurah daerah passband adalah 6.3013 GHz.
Bila dibandingkan dengan teori, frekuensi cutt off bawah pada teori adalah 3,1 GHz dan pada filter rancangan sebesar  3.4259 GHz sehingga selisihnya yaitu sebesar +325.9  MHz sedangkan pada frekuensi notchband pada teori (sesuai dengan standar Unlicensed National Information Infrastructure yang dikeluarkan oleh FCC) yaitu dengan rentang 5.15 GHz – 5.825 GHz dan pada filter rancangan rentang frekuensi 5.0579 GHz-5.7807 GHz. Berikutnya pada frekuensi cutt off atas pada teori adalah 10,6 GHz dan pada filter rancangan sebesar 10.45GHz sehingga selisihnya yaitu sebesar -150 MHz. Untuk lebih jelasnya ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 2.Perbandingan Parameter S21 simulasi hasil rancangan dengan teori


Fc bawah
(GHz)
Notch Band (GHz)
Fc atas
(GHz)
Frekuensi Teori (GHz)
3.1
5.15-5.825
10.6
Frekuensi Rancangan (GHz)
3.4259
5.0579-5.7807
10.45
Selisih/pergeseran (MHZ)
+325.9 
-0.0921 dan -0.0443
-150


Untuk perbandingan daerah passband, pada filter teori low passband 5.15 GHz -3.1 GHz= 2.05 GHz  dan daerah upper passband 10.6 GHz – 5.85 GHz = 4.75 GHz, sehingga keseluruhan daerah passband berada pada rentang  6.8 GHz, dan pada filter hasil rancangan daerah passband sebesar 6.3013 GHz.
Pada bagian substrat perbandingan meliputi  bahan substrat referensi dengan bahan substrat rancangan, dimana pada desain filter referensi menggunakan substart Taconic TLY 5 dan  pada filter rancangan menggunakan RT 5880.

Surface current yang terjadiselama proses transmisi pada filter hasil perancangan gambar 4.
(a)
(b)
Gambar 7. Surface Current pada filter hasil perancangan, (a) monitor port 1, (b) monitor port 2.

Surface current atau distribusi arus terlihat dalam gambar 7. Warna pada gambar  menunujukkan besar nilai A/m, dimana rentang A/m dari nilai 0 A/m dengan warna biru sampai nilai tertinggi adalah 100 A/m dengan warna merah. Pada gambar 7.a menunjukkan nilai distribusi arus ditunjukkan paling besar pada bagian interdigital capasitor bagian kanan dan bagian loading stub, hal ini berarti bagian tersebut memiliki nilai impedansi lebih rendah daripada bagian lain dan nilai impedansi paling  besar yaitu pada port 2 , interdigital capasitor bagian kiri yang ditunjukkan warna biru.
Selanjutnya pada gambar 7.b menunjukkan nilai distribusi arus ditunjukkan paling besar pada bagian interdigital capasitor secara keseluruhan dan bagian loading stub yang menunjukkan impedansi paling rendah dibanding bagian yang lain, nilai impedansi paling  besar yaitu pada port 1 yang ditunjukkan warna biru.

C.    Fabrikasi dan Pengukuran
         Pada tugas akhir ini didesain filter UWB dengan notchband pada frekuensi 5.2 GHz-5.8 GHz, Pada tahap selanjutnya setelah simulasi menggunakan perangkat lunak CST Microwave Studio adalah melakukan fabrkasi dan pengukuran. Pengukuran menggunakan Network Analyzer dua port. Pada gambar 8. menunjukkan filter Ultra Wideband dengan notchband hasil fabrikasi.
(a)



(b)
Gambar 8. Ukuran filter UWB hasil fabrikasi. (a)Tampak depan, (b)Tampak belakang.

Tabel 3.Perhitungan dimensi filter fabrikasi

Komponen
Panjang
(mm)
Lebar
(mm)
Banyak
Luas
Port
6.75
2
2
27
Ground Stub
5
0.25
2
2,5
Finger
9
0.25
6
13.25
Loading Stub
5
0.25
1
1.25
Panjang Rectangular Luar ; Dalam
3 ; 1,4
3 ; 1,4
1
7.04
Luas Total (mm2)
51.04

Hasil Pengukuran parameter S11(Return Loss)
Pada gambar 9. menunjukkan parameter S11 filter hasil fabrikasi dan filter hasil rancangan.

Gambar 9.Grafik  parameter S11 Filter Fabrikasi dan Filter Rancangan

Pengukuran parameter S11 pada filter hasil fabrikasi menunjukkan adanya tiga band frekuensi, pada band pertama dengan rentang 4.204 GHz-5.43 GHz, band kedua dengan rentang 6.29 GHz-7.0359 GHz, dan band ketiga dengan rentang 7.7696 GHz-9.424 GHz. Keseluruhan bandwidth passband filter hasil fabrikasi adalah 3.6261 GHz. Perbandingan antara filter hasil fabrikasi dan filter hasil perancangan yaitu  terdapat perbedaan pada frekuensi cut off  dan bandwidth passband seperti yang terlihat pada gambar 9. Dari hasil bandwidth passband, parameter S11 pada filter fabrikasi memiliki bandwidth passband 3.6261 GHz lebih lebar 1.1482 GHz dibanding dengan bandwidth passbandpada fiter hasil rancangan 2.4779 GHz sehingga daya sinyal yang dikirim pada filter fabrikasi lebih besar daripada filter hasil rancangan.

Hasil Pengukuran parameter S21(Insertion Loss)
Pada Subbab ini akan menganalisis pengukuran parameter S21 dari filter hasil fabrikasi dan filter hasil rancangan. Gambar 10 menunjukkan respon  frekuensi dari prameter S21.


Gambar 10.Grafik  parameter S21 Filter Fabrikasi dan Filter Rancangan

Pada gambar 10. menunjukkan perbandingan parameter S21. Pada filter hasil fabrikasi grafik S21 tidak mencapai titik acuan -3dB sehingga data pengukuran untuk nilai frekuensi dari highpass filter, lowpass filter dan notchband tidak dapat diambil, untuk rejection level sebesar -32.8084 dB dengan center frequency 5.508 GHz. Pada filter hasil perancangan highpass filter dengan titik acuan sebesar -3 dB adalah 3.4259 GHz, lowpass filter 10.4494 GHz dan rentang notchband 5.0579 GHz - 5.7807 GHz, dan rejection level sebesar   -27.923 dB dengan center frequency 5.55 GHz.

V.     KESIMPULAN/RINGKASAN

Tugas akhir ini merancang Bandpassfilter pada Ultra Wideband berbasis saluran transmisi metamaterial Sel Unit Composite Right/Left Handed dengan Notch Band pada frekuensi 5.2 GHz – 5.8 GHz mengunakan substrat RT/duroid 5880. Dari hasil perancangan didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1.     Pada filter yang dirancang frekuensi cut off highpass filter pada -10 dB adalah 3.7765 GHz, dan frekuensi cut off lowpass filter pada -10 dB adalah 7.9463 GHz.
2.     Pada filter yang dirancang frekuensi cut off highpass filter pada -3 dB adalah 3.4259 GHz, terjadi pergeseran sebesar +0.3259 GHz dari spesifikasi teori (3.1 GHz),  frekuensi cut off lowpass filter pada -3 dB adalah 10.45 GHz terjadi pergeseran sebesar -0.15 GHz dari spesifikasi teori (10.6 GHz)
3.     Rentang notchband filter yang dirancang pada -3dB adalah 5.0579- 5.7807 GHz. Rejection level sebesar -27.9239 dB dan center frequency pada 5.55 GHz.
4.     Pada filter yang difabrikasi frekuensi cut off highpass filter pada -10 dB adalah 4.2046 GHz, dan frekuensi cut off lowpass filter pada -10 dB adalah 9.424 GHz.
5.     Rejection level notchband pada filter yang difabrikasi sebesar -32.8084 dB dan center frequency pada 5.508 GHz.
6.     Sifat metematerial dibangkitkan dari komponen interdigital capacitor dan stub.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Eko Setijadi,ST.,MT.,Ph.D dan bapak Prasetiyono Hari Mukti, ST, MT, MSc selaku dosen pembimbing Tugas Akhir, yang telah memberi bimbingan dan motivasi pada saya. Terima kasih juga disampaikan kepada laboratorium B.306 dan  laboratorium AJ.404 atas pemberian izin pemakaian alat selama proses pengukuran.
DAFTAR PUSTAKA
[1]    U.Ahmed, Kafil, “Ultra Wideband BAndpass FIlter Based on Composite Right/Left Handed    Transmission Line Unit Cells. IEEE. London, 2012.
[2]    J.R.Fernandes, D. Wetzloff ,” Recent Advances in IR-UWB Tranceivers:An Overview.   IEEE .Edinburg, 2010.
[3]    Hao, Zhang Cheng,”Ultrawideband Filter Technologies. IEEE .Edinburg, 2010.
[4]    Parekh, Shyam,”IEEE 802.11 Wireless LANs”,University of California. Berkeley.
[5]    FCC ,“FCC Regulation Update.  CISCO, 2007.
[6]    Triprijooetomo, “Filter Wideband dengan Metamaterial memakai sisipan Filter Bandstop      pada Frekuensi 5,2 GHz-5,8 GHz. Universitas Indonesia .Jakarta , 2012.
[7]    Caloz, Cristophe, “Electromanetic Metamaterials : Transmission Line Theory And                  Microwave Applicatons. Wiley Interscience. New Jersey, 2006.
[8]      Nader Engheta, Richard W.Zilkowski, “Metamaterials Physics and Engineering Explorations. Wiley                         Interscience. Canada, 2006.
[9]    Rogers Corporation, “RT/duroid 5870/5880 High Frequency Laminates”. Rogers Corporation. Chandler, 2013.